Hubungi JZ12JXDSilahkan Hubungi Online Pemilik Blog JZ12JXD.web.id

Bertugas Sembari Menambah Ilmu Kebudayaan

Bertugas Sembari Menambah Ilmu Kebudayaan. Seperti itulah yang JZ12JXD rasakan ketika bergiat bersama Satgas Jogja Rapi Riders dalam pendampingan dan bantuan komunikasi pada acara pawai gelar budaya mataram yang diselenggarakan di wilayah Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 03 September 2017 yang lalu. Acara Kirab kebudayaan tersebut diberi tajuk : Gelar Budaya Pleret Mataram V.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2017 ini, pawai gelar budaya pleret mataram, dilengkapi dengan edukasi napak tilas kejayaan kerajaan mataram islam pleret. Dimana rute pawai sengaja dilewatkan 3 (tiga) situs bersejarah penginggalan mataram, yakni : Situs Gunung Sentono, Masjid Mataram Pleret dan Museum Pleret.

Bertugas Sembari Menambah Ilmu Kebudayaan
Bersama Edukator Mahasiswi ISI Yogyakarta pada salah satu Pos Edukasi

JZ12JXD, kebetulan mendapatkan tugas mendampingi edukator dari mahasiswi ISI Yogyakarta pada pos tiga, dimana di pos 3 ini terkait edukasi tentang salah satu situs budaya mataram, yakni Situs Kerta (dibaca: situs kerto).

Bertugas Sembari Menambah Ilmu Kebudayaan di Situs Kerta.
SITUS KERTA

Situs Kerta ini berada di Dusun Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Terdapat dua batu besar berupa umpak berbentuk balok yang berdiameter kurang lebih 1 meter. Umpak yang dibuat dari batuan andesit tersebut digunakan sebagai penyangga saka guru bangunan utama keraton. Situs Kerta ini menjadi bukti berdirinya Kraton Kerta yang merupakan ibu kota Mataram.

Raja Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusuma memindahkan pemerintahan ibu kota Mataram dari Kota Gede ke Kerta pada tahun 1618 M. Setelah Sultan Agung wafat, putranya Amangkurat I memegang kekuasaan dan memindahkan ibu kota Mataram ke Pleret. Penduduk setempat menyebut situs Kerta ini dengan nama “Lemah Dhuwur” atau Siti Hinggil karena memiliki topografi berupa dataran yang lebih tinggu dari daerah sekitarnya.

Dari Kerta ini, Sultan Agung melakukan berbagai ekspansi untuk memperluas kekuasaannya, baik di Jawa atau pulau-pulau di luar pulau Jawa. Dari Kerta ini pula dilakukan penyerangan Sultan Agung ke Batavia yang dikenal dengan Ekspedisi Kaladuta. Pelajaran yang dapat kita ambil dari situs ini adalah semangat Sultan Agung dalam memerangi penjajah, untuk membela Ibu pertiwi dari penjajah bangsa asing tanpa kompromi, membela nusantara yang kita cintai dari penjajah Belanda.

One Comment

Leave a Reply