Download AplikasiGunakan Aplikasi Untuk Mengakses JZ12JXD.web.id

Tata Cara Komunikasi dengan HT Melalui Repeater

Tata Cara Komunikasi dengan HT Melalui Repeater ini memang terkadang kita lupakan bilamana sudah asyik mahsyuk ber-ngebrik-ria šŸ™‚

Namun demikian, tentunya sebagai insan komunikasi yang baik, kita perlu selalu mengingatkan diri kita masing-masing untuk dapat menjaga jalur komunikasi yang kita pergunakan, agar selalu tercipta komunikasi yang kondusif dan menyenangkan sebagai sarana berbagi informasi melalui udara.

Tata Cara Komunikasi dengan HT Melalui Repeater
Bantuan Komunikasi RAPI Melalui Repeater, Pada Acara Dies Natalies UGM

Tata Cara Komunikasi dengan HT Melalui Repeater dapat kita ingat-ingat kembali melalui uraian berikut ini.

  • Memonitor dahulu selama 3-5 menit
  • Memperhatikan siapa yang sedang berkomunikasi
  • Memperhatikan apa yang sedang dikomunikasikan, (penting/tidak penting)
  • Masuk pada spasi atau interval (tidak perlu menggunakan kata brik atau kontek), dengan menyebutkan Callsign / 10.28 atau Nama (jika belum ber Callsign) dan apabila ingin berkomunikasi/memanggil seseorang, langsung memanggil dengan menyebut Nama orang yg dipanggil (contoh : DirmanĀ memanggil Darmin, maka pada jeda spasi DirmanĀ langsung masuk dengan mengatakan: Darmin, DirmanĀ menuju
  • Tidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti/dipahami
  • Apabila ada hal yang bersifat darurat/emergensi/urgen silahkan gunakan interupsi pada spasi/interval
  • Jangan memonopoli frekuensi dengan berkomunikasi hanya dengan satu orang, dan selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mau menggunakan pancar ulang /repeater dengan memberikan spasi atau jeda pada saat berkomunikasi
  • Mengucapkan kata “ganti” pada akhir pembicaraan
  • Memberikan kesempatan kepada pengguna di lapangan/stasiun bergerak yang menggunakan perangkat dengan kemampuan terbatas (HT)
  • Mengutamakan/memberikan kesempatan pada pembawa berita yg bersifat penting/darurat
  • Yang muncul (memancar) pertama kali bertindak sebagai pengendali frekuensi (NCS)
  • Tidak dianjurkan berkomunikasi melalui repeater dengan menggunakan peralatan penguat mikrofon seperti: Echo, ALC, dsb – karena audio justru akan menjadi melebar dan tidak nyaman bagi orang lain yg mendengarkan

Uraian diatas Mungkin terlihat panjang dan banyak, namun pada intinya yang terpenting adalah bagaimana sikap (attitude) kita sebagai pengguna frekuensi yang notabene adalah milik bersama, untuk dapat selalu menjaga kesopanan dan kearifan dalam berkomunikasi dengan memberikan jeda spasi kepada pengguna lain untuk dapat berkomunikasi.

Sumber Sosialisasi: JZ11SRM

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *